Skip to main content

Bisa Fatal! Yuk Simak 5 Penyebab Gagal Raih Beasiswa

Bisa Fatal! Yuk Simak 5 Penyebab Gagal Raih Beasiswa
Bisa Fatal! Yuk Simak 5 Penyebab Gagal Raih Beasiswa

Bisa Fatal! Yuk Simak 5 Penyebab Gagal Raih Beasiswa

Beranjak pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kamu pasti menginginkan hidup yang gemilang. Contohnya saja kamu akan merancang banyak karya demi mewujudkan satu per satu mimpimu. Terlebih lagi di perguruan tinggi, kamu akan disuguhkan dengan berbagai info kegiatan menarik, termasuk beasiswa.

Hampir setiap mahasiswa tentu menginginkan kuliahnya dibiayai oleh beasiswa. Baik beasiswa yang mendukung finansial itu sendiri maupun beasiswa yang mendukung pengembangan diri. Tak sedikit dari mereka yang mulai mengikuti talkshow demi mengetahui trik-trik lolos beasiswa.

Selain itu, jumlah pencarian tentang topik beasiswa kian naik tajam, apalagi sejak semester baru masa perkuliahan. Informasi beasiswa bertebaran, tinggal bagaimana kamu akan mengambil peluang atau mengabaikan kesempatan. Saat sekali gagal,kamu tidak ingin gagal lagi bukan?

Dengan kata lain, penolakan pertama membuatmu sadar harus memperbaiki diri. Selanjutnya, kamu pasti lebih gencar dan serius mendaftar beasiswa. Hal yang tak kalah penting adalah mengevaluasi dari kesalahan sebelumnya. Karena kesalahan ini bisa fatal, yuk simak 5 penyebab gagal raih beasiswa.

TOC / Daftar Isi

Tidak Memenuhi Persyaratan (IPK Minimum/Berkas Tidak Lengkap)

Saat mendaftar beasiswa, biasanya syarat utama adalah memenuhi ketentuan IPK minimum. Suatu penyelenggara beasiswa biasanya menetapkan syarat IPK 3,0 bagi para pendaftarannya. Syarat ini penting kamu pahami di awal waktu pendaftaran. Jangan sampai kamu tidak membaca panduan tentang hal ini. Sebab, prestasi yang ditunjukkan dengan capaian IPK sangat dilihat oleh si penyeleksian beasiswa.

Hal ini bisa membuat kamu gagal jika tidak diperhatikan dengan baik. Bayangkan saja telah menyiapkan berkas hingga menunggu pengumuman. Ternyata kamu tidak lolos bukan karena berkas yang tidak lengkap, melainkan karena tidak terpenuhinya syarat IPK. Untuk itu, perhatikan terlebih dahulu syarat pendaftaran beasiswa, termasuk di dalamnya tentang ketemuan IPK minimal.

Syarat lainnya yang kadang kurang dipahami adalah kelengkapan berkas. Biasanya para pendaftar tidak cermat dalam meneliti berkas pendaftaran. Misalnya terdapat satu file yang kurang. Si penyeleksi tentu akan bingung jika terjadi demikian. Alhasil, seluruh berkas dan data pendaftaranmu tidak ditindaklanjuti. Sayang sekali bukan?

Back to Content ↑

Menunda Hingga Lewat Batas Waktu

Salah satu hal yang menjadi penyakit orang Indonesia adalah seringkali menunda-nunda waktu. Misalnya ketika akan melakukan suatu pekerjaan atau mengerjakan tugas. Ketika deadline belum tiba, banyak dari mereka yang masih bersantai-santai. Dengan kata lain, mereka menunda sampai batas waktu baru dikerjakan.

Hal yang sama juga sering terjadi ketika mendaftar beasiswa. Tak jarang mereka yang lupa mencatat batas waktu pengiriman berkas. Hingga ketika hari H pengiriman, para deadliner akhirnya harus begadang menyelesaikan proses pendaftaran. Tak jarang dari mereka yang justru menyerah karena server yang tiba-tiba down.

Nah, inilah kelemahan ketika menunda. Pada batas waktu biasanya server sering terkena time out karena banyaknya orang yang mengakses. Untuk itu, jika ingin tetap memaksimalkan beasiswa, daftarlah pada awal waktu. Kamu bisa lebih cermat dalam menyiapkan berkas yang diperlukan.

Back to Content ↑

Proposal atau CV Kurang Menarik

Penyebab lain kamu gagal meraih beasiswa adalah karena CV atau proposal atau portofolio yang kamu ajukan kurang menarik. Bisa jadi kamu yang memiliki segudang prestasi, tetapi kurang maksimal dalam pembuatan CV. Jika hal demikian terjadi, penyeleksi akan merasa memandangmu biasa saja. Padahal, kamu mampu menjadi diri yang maksimal dengan menampilkan CV terbaik.

Untuk itulah, CV menjadi bagian terpenting dalam setiap beasiswa. Sebab, melalui CV inilah orang lain memandang gambaran umum dirimu. Kesan pertama apa yang ingin kamu tunjukkan kepada orang lain? Seorang pemimpin dengan segudang prestasi kah? Atau seorang aktivis dengan tujuan utama pada project sosial?

Semestinya CV kamu bisa disesuaikan dengan value beasiswa. Selama ini kamu bisa menyimpan CV umum dan CV khusus untuk pendaftaran beasiswa. Hal tersebut berguna untuk menonjolkan value yang kamu miliki. Value ini yang kemudian dibuktikan dengan adanya portofolio yang berisi karya-karya yang kamu punya.

Back to Content ↑

Hanya Mendaftar 1 atau 2 Beasiswa Saja

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah kamu hanya mendaftar satu atau dua beasiswa saja. Kondisi ini cenderung mempersempit peluangmu untuk mendapat beasiswa. Sebab, kamu hanya bergantung pada beberapa beasiswa tersebut saja. Tanpa mengambil peluang lain, kamu memiliki kesempatan yang lebih kecil.

Jika mampu, kamu harus mengambil lebih banyak peluang. Dengan begitu, kesempatan kamu untuk mendapatkan tunjangan beasiswa akan lebih besar. Kamu tentu tidak ingin mengalami penolakan beasiswa bukan? Untuk itulah coba belajar dan mengevaluasi diri. Dengan mendaftar lebih banyak beasiswa juga kamu memiliki pengalaman.

Pengalaman tersebut bisa dalam hal berkas, jawaban esai, ataupun saat wawancara. Hal ini sangat berharga untuk pengembangan dirimu. Jangan lewatkan setiap kesempatan walau hanya sekadar demi mendapatkan pengalaman. Ciptakan peluang mendapat beasiswa lebih banyak dengan mendaftar lebih banyak beasiswa pula.

Tidak Percaya Diri dan Merasa Pesimis

Menjadi mahasiswa masih merasa pesimis? Atau kamu tidak percaya diri dengan kemampuan dirimu sendiri. Jika bukan kamu yang percaya, lantas siapa lagi? Jika bukan kamu yang mulai, mengapa orang lain harus menaruh kerja sama denganmu? Seorang mahasiswa sudah sepantasnya percaya dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

Apalagi ketika kamu mendaftar beasiswa. Kamu sudah satu langkah lebih berani daripada orang lain. Tidak setiap mahasiswa mengambil kesempatan emas untuk mendaftar beasiswa. Sebab itulah kamu yang mulai sadar dan butuh mendapat beasiswa, kamu harus percaya diri dengan kemampuanmu.

Jika perlu, kamu mencari mentor demi memaksimalkan potensi hebat yang ada dalam dirimu. Mentor benar-benar mendukung kamu untuk berkembang. Dalam arahan mentor, kamu akan lebih mengetahui langkah-langkah dan jalan yang benar. Selain itu, kesalahan dapat diminimalisir. Carilah mentor sesuai bidang yang ingin kamu tuju.

Di dunia perkuliahan, mentor tidak hanya satu. Kamu bisa memilih beberapa mentor sesuai keahlian orang tersebut. Semakin spesifik, semakin kamu mampu untuk berkembang. Jangan pernah melewatkan kesempatan menjadi mahasiswa, termasuk meraih gelar mahasiswa berprestasi.

Back to Content ↑

Siap mendaftar beasiswa lagi? Jangan sampai penolakan pertama mematikan langkahmu untuk mendaftar beasiswa ya! Ingatlah, kamu masih memiliki potensi. Dan kamu sangat pantas untuk memperjuangkan mimpimu. Sisihkan arang melintang yang menghalangi langkah ke depan. Namun, jangan lupa berdamai dengan diri sendiri dan terus mengevaluasi ketika gagal.

Hidup ada di tanganmu. Perjuangan menjadi mahasiswa seperti apa adalah kamu yang tentukan sendiri. Berjuanglah untuk masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan beasiswa, kamu lebih terpacu untuk selalu meningkatkan prestasimu. Yuk semangat kejar beasiswa! Sekian, Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!