Skip to main content

Implementasi E-commerce bagi Pebisnis

E-commerce

Implementasi E-commerce bagi Pebisnis

Teknologi informasi melahirkan internet. Perkembangan pemakaian internet yang sangat pesat, salah satunya menghasilkan sebuah model perdagangan elektronik yang disebut Electronic Commerce (E-commerce). Secara umum dapat dikatakan bahwa E-commerce adalah sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet.

E-commerce merupakan warna baru dalam dunia perdagangan, dimana kegiatan perdagangan tersebut dilakukan secara elektronik dan Online, pembeli tidak harus datang ke toko dan memilih barang secara langsung, tetapi cukup melakukan Browsing di depan komputer untuk melihat daftar barang dengan secara elektronik. Ia cukup mengisi beberapa form yang disediakan kemudian mengirimkan secara online. Pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit atau transfer bank kemudian menunggu barang datang.

Pada dasarnya prinsip-prinsip etika menurut pendapat Sonny Keraf (1991) dalam buku "Etika Bisnis adalah Membangun Citra Bisnis sebagai Profesi Luhur". Mencatat beberapa hal yang menjadi prinsip – prinsip tersebut dituliskan dengan tidak melupakan kekhasan sistem nilai dari masyarakat bisnis yang berkembang.

Perkembangan yang sangat pesat dari sistem perdagangan elektronik tersebut antara lain di sebabkan oleh:

  1. Proses transaksi yang singkat adalah perubahan sistem-transaksi Tersebut. Proses-proses dalam sistem tradisional seperti pembuatan nota, kuitansi, faktur, dan sebagainya, tidak perlu dilakukan secara manual dan dapat dilakukan secara otomatis oleh sistem.
  2. Menjangkau lebih banyak pelanggan yaitu sebagai sistem yang berbeda di dalam jaringan Global internet, E-commerce memiliki kemampuan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
  3. Mendorong kreativitas jasa adalah E-commerce mendorong kreativitas dari pihak penjual untuk menciptakan informasi dan promosi secara inovatif serta dapat secara cepat melakukan Update data secara berkesinambungan.
  4. Biaya operasional lebih murah yaitu E-commerce dapat menekan operational cost dapat dilakukan dengan biaya murah dan efektif dalam penyebaran informasi: serta
  5. Meningkatkan kepuasan pelanggan yaitu E-commerce dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan yang cepat dan mudah. Operasional yang efisien juga akar memumhkinkan perusahaan E-commerce merespons permintaan konsumen secara cepat dan akurat.

Dalam pelaksanaanya, E-commerce memudahkan beberapa isu tentang aspek hukum pedagangan berkaitan dengan penggunaan sistem yang terbantuk secara online networking manajemen tersebut, berikut beberapa permasalahan pelaksanaan E-commerce

Prinsip yurisdiksi dalam transaksi merupakan sistem hukum tradisional yang sudah mapan, memiliki prinsip–prinsip yurisdiksi dalam sebuah transaksi, yaitu menyangkut tempat transaksi, hukum kontrak, dan sebagainya, E-commerce melahirkan masalah penerapan konsep yurisdiksi dalam transaksi tersebut. Tempat transaksi dan hukum kontrak harus ditetapkan secara lintas batas, baik regional maupun internasional. Mengingat sifat cyberspace yang borderless atau tidak mengenal batas-batas suatu negara.

Kontrak dalam transaksi elektronik yaitu dalam hal ini merupakan bukti kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan transaksi komersial, permasalahannya, hukum negara mengenai perdagangan konvensional menganggap transaksi sebagai sesuatu yang valid, berkelanjutan penuh, dan tanpa syarat spesifik untuk direduksi ke dalam bentuk tertulis (paper based transaction).

Masalah perlindungan konsumen merupakan faktor utama dalam keberhasilan sebuah E-Commerce. Hal ini sebab konsumen merupakan pihak yang menentukan kelangsungan hidup perdagangan elektronik terbit. Masalah yang terjadi dalam kaitannya dengan perlindungan konsumen ini adalah kecurangan yang sering dilakukan oleh penjual mengingat keberadaannya. Masalah tentang keberadaan penjual ini seperti misalnya penjual merupakan virtual store atau toko on line fiktif.

Selanjutnya, untuk mengatasi atau setidaknya memperkecil munculnya beberapa permasalah seperti diatas, sebelumnya harus disadari bahwa perusahaan yang melangsukan kegiatan E-commerce tidak berlangsung sebatas tempat perusahaan yang didirikan. Perusahan akan melakukan usaha melewati batas negara clan bahkan benua.

Oleh karena tu, hukum yang berlaku juga bukan hanya hukum perdata dari suatu negara, tetapi merupakan hubungan keperdataan internasional yang masuk dalam ruang lingkungan hukum perdata internasional.

Dampak E-Commerce terhadap dunia bisnis berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan E-Commerce memberikan dampak positif bagi aktivitas pemasaran

Proses E-Commerce dalam dunia bisnis membutuhkan beberapa komponen utama agar operasi dan manajemen aktivitas E-commerce berjalan dengan baik. Komponen-komponen pokok yang memiliki peran penting dalam proses E-commerce dunia usaha.

Penulis : Elsha Alfianita (Mahasiswi Universitas Pamulang)