Skip to main content

Mengenal Penyebab Tulang Keropos Menjelang Usia 30an

Mengenal Penyebab Tulang Keropos Menjelang Usia 30an
CDR Orange

Mengenal Penyebab Tulang Keropos Menjelang Usia 30an

Tulang keropos memang menjadi satu masalah umum yang kerap dikhawatirkan menjelang usia 30an. Hal ini wajar, karena menjelang usia 30an begitu banyak keluhan seputar tulang yang dirasakan. Jika sebelumnya sama sekali tak ada keluhan seputar tulang, hal sebaliknya terjadi memasuki fase ini.

Memasuki usia 30an memang terjadi penurunan metabolisme tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada kepadatan tulang. Imbasnya, masalah pengeroposan tulang atau Osteoporosis menjadi satu hal yang lazim ditemui.

Penurunan kapadatan tulang atau pengeroposan tulang ini sebaiknya memang tak disepelekan. Bagaimana tidak, dampak akhirnya menjelang usia di atas 30 sangatlah fatal. Ada saja keluhan yang nantinya dirasakan seperti nyeri sendi dan lutut.

Penjelasan logis dari kondisi kepadatan tulang yang menurun ini dikarenakan adanya pengambilan cadangan kalsium tulang oleh tubuh untuk berbagai keperluan. Misalnya saja pada ibu hamil yang membutuhkan banyak asupan kalsium.

Apabila ibu hamil tidak cukup mengasup kalsium dari makanannya untuk keperluan perkembangan si janin, maka tubuhnya akan mengambil cadangan kalsium dari tulang sang ibu.

Sebab lain dari menurunnnya kepadatan tulang adalah dikarenakan pembentukan tulang baru yang berjalan lebih lambat apabila dibandingkan dengan jumlah kalsium yang terserap oleh tubuh. Akibatnya, tulang jadi tidak padat dan berongga karena jumlah kandungan mineral tulang yang makin berkurang.

Untuk mengatasi kondisi pengeroposan tulang, rutin berolahraga dan mengasup makanan berkalsium tinggi bisa menjadi solusi. Selain itu, konsumsi suplemen dengan kandungan kalsium, vitamin, dan mineral tinggi yang baik bagi kesehatan tulang seperti CDR terbukti efektif mencegah Osteoporosis.

TOC / Daftar Isi

BACA JUGA: Ketahui Penyebab Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

7 Faktor Penyebab Tulang Keropos

Ada begitu banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya Osteoporosis atau pengeroposan pada tulang. Tulang yang tak lagi padat tentunya akan berdampak pada berbagai hal seperti postur tubuh yang buruk, penurunan daya topang atau keseimbangan tubuh, mudah terkena cidera tulang, dan sebagainya.

Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya Osteoporosis atau pengeroposan tulang? Ada beberapa hal yang patut dicermati sebagai pemicu terjadinya pengeroposan pada tulang di usia 30an. Sebagian dari faktor-faktor tersebut adalah penyebab yang berasal dari kebiasaan buruk.

Selebihnya adalah faktor yang tergolong bawaan atau telah ada dalam diri seseorang. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, setidaknya kita bisa melakukan antisipasi sejak dini. Berikut adalah 7 faktor penyebab tulang keropos atau Osteoporosis:

Back to Content ↑

1. Kurangnya Asupan Vitamin D

Kurangnya asupan vitamin D jelas menjadi pemicu utama dari keroposnya tulang. Dalam hal ini, kecukupan nutrisi sangatlah krusial bagi kebutuhan kalsium tulang.

Oleh karena itu, menjaga pola makan dengan rutin mengkonsumsi makanan bergizi yang sarat kalsium dan vitamin D sangat disarankan.

Jenis-jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi bagi kesehatan tulang contohnya susu, yoghurt, keju, ikan laut, bayam, daging merah, hingga biji-bijian. Jangan remehkan asupan jenis makanan ini, karena kepadatan tulang bisa menurun bila jumlah yang dibutuhkan tidak terpenuhi.

Back to Content ↑

2. Konsumsi Alkohol

Sebagaimana kita ketahui, alkohol merupakan zat yang akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan. Termasuk bagi kesehatan tulang. Konsumsi alkohol berlebihan bisa menghambat penyerapan nutrisi seperti kalsium dalam tubuh.

Penyerapan nutrisi yang tidak maksimal ini otomatis akan membuat kebutuhan nutrisi tubuh dipenuhi dengan cara mengambilnya dari tulang. Alhasil, tulang menjadi rapuh dan keropos.

Selain itu, banyak lagi dampak negatif konsumsi alkohol bagi kesehatan tulang, seperti berkurangnya keseimbangan yang membuat tubuh rentan untuk jatuh. Secara tak langsung, tulang bisa mengalami cidera akibat terjatuh.

Back to Content ↑

3. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok bisa berimbas pada kesehatan tulang. Sejalan dengan intensitas merokok yang tinggi, maka kepadatan tulang pun akan cepat terkikis. Hal ini cukup beralasan karena kandungan zat berbahaya dalam rokok bisa menumpuk dalam tubuh dan menghambat penyerapan kalsium.

Selain berbahaya bagi jantung, zat berbahaya rokok seperti nikotin juga dapat mengancam kesehatan secara keseluruhan. Pecandu rokok pun sudah bisa dipastikan akan mengalami masalah paru-paru seperti sesak nafas. Yang mana, ini akan membuat metabolisme tubuh terganggu.

Maka, salah satu saran terbaik untuk yang menghendaki kesehatan tulang sampai usia lanjut adalah berhenti merokok.

Back to Content ↑

4. Jarang Melakukan Olahraga

Ini dia penyebab kondisi tulang keropos yang krusial. Jarang bergerak atau berolahraga ternyata berkontribusi menyebabkan kondisi Osteoporosis menjelang usia 30an. Malas berolahraga ketika usia muda terbukti berakibat turunnya kepadatan tulang di usia tua.

Sebenarnya aktivitas olahraga yang bisa dilakukan pun juga tak perlu terlalu berat. Lakukan saja aktivitas ringan seperti jogging, naik turun tangga, jalan santai, atau olahraga seperti bulutangkis atau tenis. Asal dilakukan secara rutin, kepadatan tulang akan tetap terjaga hingga menjelang usia 30an.

Back to Content ↑

5. Konsumsi obat-obatan Tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu juga diketahui membawa dampak pada kondisi kepadatan tulang menjelang usia 30an. Kondisi kesehatan yang barangkali dialami kemungkinan membuat seseorang harus mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama.

Sebagai contohnya adalah penggunaan jenis obat kortikosteroid untuk jangka waktu lama. Kortikosteroid sendiri adalah jenis obat yang mengandung hormon steroid dengan fungsi utama menambah kadar hormon steroid dalam tubuh.

Konsumsi kortikosteroid dalam jangka lama bisa meningkatkan risiko terjadinya Osteoporosis.

Back to Content ↑

6. Kadar Hormon dalam Tubuh

Faktor yang satu ini sebenarnya merupakan penyebab kondisi Osteoporosis yang tidak berasal dari kebiasaan buruk. Namun demikian, hal ini perlu diketahui juga untuk mengantisipasi akibat yang dihasilkan.

Ketidakseimbangan hormon tertentu juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang. Misalnya, tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh diketahui mampu membuat tulang kehilangan massanya. Kehilangan massa tulang jelas mengarah pada kondisi Osteoporosis.

Terapi hormon khusus untuk mengembalikan keseimbangan hormon dalam tubuh bisa membantu mengatasi masalah ini.

Back to Content ↑

7. Kondisi Medis Tertentu

Meski faktor ini juga tergolong faktor yang bukan berangkat dari kebiasaan buruk dalam gaya hidup, namun alangkah baiknya untuk diketahui. Pada seseorang dengan kondisi bulimia atau anoreksia, ternyata terdapat risiko dua kali lipat mengalami pengeroposan tulang.

Back to Content ↑

Demikianlah faktor-faktor yang bisa memicu terjadinya pengeroposan tulang, khususnya menjelang usia 30an. Mengingat hal ini, alangkah pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini karena tulang yang sehat adalah aset di hari tua.

Untuk mendukung usaha mempertahankan kesehatan tulang dari risiko Osteoporosis, konsumsi suplemen kesehatan tulang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengkonsumsi suplemen CDR dari Bayer.

CDR merupakan suplemen kesehatan tulang dengan kandungan kalsium, vitamin C, vitamin D, vitamin B6 dan mineral lainnya untuk menjaga kesehatan tulang. CDR mengandung strong bone formula yang dirancang secara khusus guna memelihara kepadatan tulang.

CDR hadir dalam bentuk tablet effervescent aneka rasa (fruit punch dan jeruk segar) yang larut dalam air.

Tulang sebagai aset penting kesehatan tubuh harus terus terjaga dari segala risiko Osteoporosis. Untuk informasi lebih lanjut tentang suplemen CDR, bisa mengunjungi website CDR. Pun demikian untuk info seputar osteoporosis lebih lengkap bisa kunjungi di website resmi CDR klik https://www.cdr.co.id/. Sekian, Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!