Skip to main content

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Nilai Kekayaan Bersih

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Nilai Kekayaan Bersih
Hal yang Perlu Diketahui Seputar Nilai Kekayaan Bersih

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Nilai Kekayaan Bersih

Anda pasti sudah pernah mendengar istilah net worth atau nilai kekayaan bersih, bukan? Istilah satu ini sangat berhubungan dengan kesehatan keuangan. Dengan kata lain, jika mengetahuinya, maka Anda bisa mengukur bagaimana kesehatan keuangan keluarga.

Jika hendak dirumuskan, maka net worth ini bisa dikatakan sebagai total aset atau jumlah kekayaan yang dikurangi total kewajiban atau bisa disebut juga dengan hutang. Namun, yang dikatakan aset juga bukan hanya mengacu pada uang tunai, tetapi juga pada bentuk lain yang bisa dicairkan menjadi uang.

Ini dapat berupa properti atau investasi yang dimiliki. Sementara untuk hutang dapat meliputi hutang di bank, hutang kartu kredit, hutang kredit mobil, dan kewajiban-kewajiban yang lainnya.

1. Pengertian Kekayaan Bersih

Perlu dicatat bahwa yang dimaksud dengan net worth itu bukan hanya aset yang dikurangi kewajiban. Karena seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ini juga berarti cara pengukuran terbaik untuk aneka macam perkembangan keuangan secara personal.

Secara implisit, nilai kekayaan bersih sekaligus menunjukkan kemampuan seseorang dalam mempertahankan atau meningkatkan kekayaan bersihnya. Untuk mudahnya, net worth itu nanti dapat bernilai positif maupun negatif.

Akan bernilai positif apabila aset yang dimiliki lebih besar dari kewajiban dan akan bernilai negatif, apabila aset lebih kecil dari kewajiban. Apabila seseorang mampu mempertahankan nilai positif tersebut, inilah yang juga dinamakan dengan net worth.

Alasannya adalah ketika seseorang tidak mampu mempertahankan nilai positifnya, maka dia mempunyai kewajiban atau hutang yang lebih besar dibandingkan dengan kekayaannya. Lalu apa yang dimiliki orang tersebut untuk bertahan hidup? Tidak ada, bukan?

Inilah alasannya mengapa net worth merupakan pengukuran terbaik untuk mengetahui perkembangan keuangan secara personal. Akan tetapi harus dipahami juga bahwa mempertahankan net worth positif itu bukan perkara yang mudah. Pasalnya, ada banyak hal yang dapat mempengaruhinya.

2. Hal-Hal yang Bisa Mempengaruhi Kekayaan Bersih

Hal-hal yang dapat mempengaruhi net worth ini beberapa di antaranya datang dari luar dan berada di luar kendali pribadi. Informasinya sebagai berikut:

2.1. Tingkat Suku Bunga

Pertama adalah tingkat suku bunga. Jika pada tahun 1980 nominal sebesar Rp. 500.000,- nilainya sangat besar, maka berbeda halnya jika dipakai untuk bertransaksi di tahun 2020 ini. Jika dilihat sekilas nominalnya memang sama-sama Rp. 500.000,-.

Akan tetapi nilai atau manfaat yang akan diperoleh pemiliknya berbeda-beda. Ini termasuk dalam alasan mengapa net worth menjadi perhitungan yang lumayan tepat, untuk membandingkan kekayaan bersih seorang individu dari waktu ke waktu.

2.1. Inflasi

Akan dikatakan inflasi apabila uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat jumlahnya terlalu banyak, sehingga setiap orang mempunyai kesediaan yang cukup tinggi untuk berkorban demi memperoleh sesuatu.

Peredaran uang yang demikian ini tidak menutup kemungkinan akan dialami oleh mereka yang nilai net worth-nya tinggi atau positif. Bahkan bisa saja kesediaan mereka untuk berkorban lebih tinggi lagi.

Sementara di waktu yang bersamaan produsen menawarkan produk dengan harga yang lebih tinggi pula. Bila dipikir secara logika memang antara pemasukan dan pengeluaran akan tampak sama.

Akan tetapi yang perlu diberi garis bawah dalam hal ini adalah nilai dari nominal aset atau kekayaan yang dimiliki lebih rendah. Sangat jelas juga bahwa inflasi nantinya akan berpengaruh pada aspek yang lainnya.

2.2. Ekspor dan Impor

Baik ekspor maupun impor, sama-sama merupakan kegiatan bisnis dan inflasi sangat berpengaruh dalam hal ini. Apabila orang-orang yang nilai net worth-nya tinggi melakukan pekerjaan yang membuatnya harus ekspor produk, maka inflasi bisa sangat menguntungkan.

Akan tetapi, bila orang tersebut adalah produsen yang cenderung menggantungkan produksi dari bahan impor, maka proses produksinya bisa saja berhenti akibat inflasi. Mengapa? Karena inflasi bisa membuat biaya produksi naik.

Naiknya biaya produksi ini terkadang tidak mungkin bisa diimbangi oleh naiknya harga jual produk, dengan alasan tidak ingin kehilangan konsumen. Dari sini jelas bahwa kegiatan ekspor dan impor dapat mempengaruhi arus aliran uang yang nilainya menjadi lebih rendah.

3. Cara Menghitung Nilai Kekayaan Bersih

Menghitung kekayaan bersih tidak hanya diperlukan oleh mereka yang memiliki banyak uang. Karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kekayaan bersih bisa dipakai untuk mengetahui kondisi keuangan, sehingga diperlukan siapa saja.

Untuk menghitung kekayaan bersih caranya sebagai berikut:

3.1. Buat Daftar Nilai Aset

Pertama buat daftar nilai aset yang Anda miliki terlebih dahulu. Aset ini meliputi apa saja yang Anda punya termasuk tabungan, obligasi, rumah, tanah, saham, mobil, dan harta kekayaan yang lainnya.

Ada beberapa aset yang mempunyai nilai yang spesifik dan jelas, sehingga mempermudah Anda dalam membuat daftar yang dimaksud. Namun, ada juga aset yang nilainya belum diketahui secara spesifik seperti rumah dan mobil.

Aset-aset yang seperti ini memang tidak bisa ditentukan nilainya secara spesifik, namun Anda juga perlu memasukkannya dalam daftar nilai aset. Jadi, solusinya adalah buat perkiraan berapa harganya.

Kalau dalam hal ini Anda masih kesulitan, bisa meminta bantuan pada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan dalam menilai aset. Jangan lupa, daftar nilai aset ini berikan keterangan dan nilainya tulis dalam rupiah, kemudian jumlahkan keseluruhannya.

3.2. Buat Daftar Kewajiban atau Hutang

Jika daftar nilai aset sudah dibuat, lanjutkan dengan membuat daftar kewajiban atau hutang. Sekali lagi, hutang di sini termasuk kredit-kredit yang Anda lakukan, pinjaman pribadi maupun pinjaman yang lainnya.

Untuk kewajiban juga berikan keterangan. Mudahnya, berikan kata hutang lalu buat perincian di bawah kata hutang tersebut. Cantumkan besar atau nilai hutang lalu total atau jumlah semuanya, agar Anda tahu berapa banyak hutang yang ada.

3.3. Kurangi Total Aset dengan Total Hutang

Jika total aset dan juga total hutang sudah diketahui, selanjutnya Anda hanya perlu mengurangi total aset tersebut dengan total hutang. Hasilnya itulah yang akan menjadi nilai kekayaan bersih yang Anda miliki.

Mengenai penghitungan kekayaan bersih ini, sebenarnya para penasihat keuangan lebih menyarankan untuk melakukannya setidaknya setahun sekali. Dengan demikian, perubahan status kekayaan Anda dapat terus terpantau dengan baik.

4. Contoh Perhitungan Kekayaan Bersih

Seorang yang disebut A adalah karyawan. Dia mempunyai rumah yang nilainya Rp300 juta dengan besar hutang sekitar Rp100 juta. Mobilnya sudah lunas dan untuk saat ini bernilai Rp100 juta. Saldo di tabungannya sebesar Rp25 juta dan investasi peer to peer lending miliknya sebesar Rp5juta.

Namun, ia juga mempunyai hutang KTA yang besarnya Rp15 juta. Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka perhitungan kekayaan bersih yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • ASET:
    • Rumah Rp. 300.000.000,-
    • Mobil Rp. 100.000.000,-
    • Investasi Rp. 5.000.000,-
    • Tabungan Rp. 25.000.000,-

    Total Aset Rp. 430.000.000,-

  • HUTANG:
    • Hutang KTA Rp. 15.000.000,-
    • Hutang hipotik Rp. 100.000.000,-

    Total Hutang Rp. 115.000.000,-

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa kekayaan bersih si A sebesar Rp. 315.000.000,- dan kondisi keuangannya termasuk sehat. Pasalnya, total aset miliknya lebih besar dibandingkan hutangnya, sehingga kekayaan bersihnya bernilai positif.

Ingat, ketika menghitung kekayaan bersih seperti ini lakukan dengan sejujur-jujurnya, jangan sampai melebih-lebihkan aset atau mengurangi nilai hutang Anda. Kalau memang hasilnya nanti kekayaan bersih bernilai negatif, tenang saja.

Jangan panik. Anda masih bisa mengatasinya dengan cara memanfaatkannya sebaik mungkin. Untuk kedepannya, perbanyak tabungan atau jika akan membayar hutang mungkin bisa dilakukan dengan menjual sebagian aset. Intinya, manfaatkan apa yang Anda punya saat ini dengan sebaik-baiknya. Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!