Skip to main content

Aset Lancar adalah Komponen Penting Laporan Keuangan, Ini Informasinya

Aset Lancar adalah Komponen Penting Laporan Keuangan, Ini Informasinya
Aset Lancar adalah Komponen Penting Laporan Keuangan, Ini Informasinya

Aset Lancar adalah Komponen Penting Laporan Keuangan, Ini Informasinya

Aset bisa dianggap sebagai sesuatu yang berharga serta bernilai dan dimiliki oleh perusahaan. Untuk bidang akuntansi, aset disebut dengan aktiva dan terdiri atas dua macam, yakni lancar dan tidak lancar. Aset tidak lancar maupun aset lancar adalah komponen yang sangat penting dalam laporan keuangan.

Pasalnya, perusahaan baru bisa dikatakan berkembang apabila jumlah aset yang dimilikinya setiap tahunnya bertambah. Aset ini pula yang akan menjadi pertimbangan bagi para analis, kreditur, serta investor. Namun, aset lancar dan aset tidak lancar adalah hal yang berbeda seperti informasi berikut ini:

1. Perbedaan Aset Tidak Lancar dan Aset Lancar

Sebelumnya pahami dulu bagaimana aset lancar dan aset tidak lancar itu. Aset lancar adalah kekayaan milik perusahaan yang cenderung mudah saat diubah menjadi uang tunai dan mempunyai ukuran pasti dalam satuan nilai mata uang.

Sedangkan aset tidak lancar merupakan aset yang proses pencairannya ke uang tunai tidak dilakukan secara langsung. Biasanya aset tidak lancar memerlukan waktu yang cenderung lama untuk diperdagangkan, dan tidak mempunyai ukuran yang pasti dalam satuan nilai mata uang.

Dari pengertiannya tersebut sebenarnya sudah terlihat sangat jelas apa perbedaan aset lancar dan aset tidak lancar. Akan tetapi untuk lebih jelasnya bisa perhatikan poin-poin berikut:

1.1. Dari Segi Manfaat

Mengenai manfaat, aset lancar bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, sementara aset tidak lancar sebaliknya, yakni tidak dapat dipakai untuk membayar secara langsung.

1.2. Tujuan

Dari segi tujuan, aset lancar biasanya dibeli agar bisa digunakan sesegera mungkin. Bentuk aset lancar ini bisa saja berupa investasi, membayar hutang, dan perputaran keuangan. Adapun aset tidak lancar biasanya dibeli untuk dimanfaatkan dalam proses produksi.

1.3. Jangka Waktu

Mengenai jangka waktu, aset lancar akan mudah dicairkan dan biasanya memerlukan waktu kurang dari 1 tahun. Sedangkan untuk aset tidak lancar, adalah sebaliknya dan jangka waktu yang diperlukan lebih dari 1 tahun, karena memang sejak awal ditujukan sebagai pengganti uang tunai

Walaupun berbeda, namun jumlah aset lancar dan juga aset tidak lancar bisa diketahui melalui laporan keuangan. Untuk mengetahui lebih jauh seputar aset lancar, simak terus informasi selanjutnya.

2. Karakteristik Aset Lancar

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, aset lancar atau current assets ini sangat penting untuk bisnis, karena bisa dipakai untuk mendanai operasional perusahaan.

Aset jenis ini juga sekaligus mewakili aset likuid perusahaan, karena bisa dengan mudah dan dalam waktu singkat dapat dikonversi menjadi uang tunai. Jika didasarkan pada PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, aset lancar mempunyai kriteria sebagai berikut:

  • Entitas usaha memiliki aktiva dengan tujuan untuk diperdagangkan
  • Entitas usaha berharap agar bisa menggunakan atau menjual aktiva dalam kurun siklus yang normal yakni kurang dari 1 tahun buku
  • Entitas usaha akan merealisasikan aktiva tersebut dalam kurun waktu satu tahun buku setelah laporan
  • Kas atau setara kas kecuali kategori yang dibatasi, sehingga tidak dapat dipakai untuk membayar kewajiban setidaknya satu tahun buku

3. Jenis-Jenis Aset Lancar

Aset lancar sendiri terdiri atas beberapa jenis yang didasarkan pada aturan acuan akuntansi yang berlaku. Adapun jenis-jenis aset lancar adalah sebagai berikut:

3.1. Biaya Dibayar Di Muka

Ini adalah pembayaran beban yang dilaksanakan di awal periode, akan tetapi sebenarnya masih belum menjadi kewajiban di periode yang bersangkutan. Biaya dibayar di muka memang termasuk aset lancar karena pembayarannya yang dilakukan di awal.

Jadi, ke depannya atau di akhir periode nanti perusahaan sudah tidak terbebani lagi. Dengan adanya kewajiban yang dibayar di awal seperti ini, akan membantu perusahaan supaya tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa tanpa membebani kas yang berjalan.

Contoh dalam hal ini adalah alat tulis kantor, premi asuransi, dan bunga. Sementara dalam pencatatannya, biaya dibayar di muka menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan laba rugi dan pendekatan neraca.

3.2. Persediaan

Persediaan ini mengarah pada barang yang dibeli serta dimiliki dengan tujuan untuk dijual kembali untuk mengisi kas perusahaan. Jika pada perusahaan jasa, persediaan dapat meliputi biaya tenaga kerja serta biaya personalia lainnya yang menangani pemberian jasa langsung.

Persediaan sendiri merupakan aset yang tersedia guna dijual dalam proses produksi untuk penjualan, dalam kegiatan usaha biasa atau dalam bentuk perlengkapan maupun bahan yang digunakan dalam produksi.

3.3. Piutang

Piutang merupakan tagihan yang ditujukan pada pelanggan yang membeli barang dengan cara kredit atau mengangsur. Umumnya piutang ini dibayar dalam masa tertentu yang sudah disepakati oleh kedua pihak.

Dengan kata lain, piutang ada akibat terjadinya penjualan, baik berupa barang maupun jasa dengan sistem pembayaran secara kredit. Mengenai jangka waktu pembayaran tidak ada aturan yang baku. Namun, jangka waktu di sini juga berpengaruh terhadap keuangan perusahaan.

Maksudnya, semakin lekas pembayaran piutang dilakukan oleh konsumen, maka semakin lekas pula perusahaan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, semakin lama pembayaran piutang dilakukan oleh konsumen, maka semakin lambat perusahaan memperoleh keuntungan.

Piutang sendiri jika didasarkan pada sumber terjadinya ada dua, yakni piutang usaha dan piutang lain-lain. Piutang usaha terdiri atas piutang yang muncul akibat penyerahan jasa atau penjualan produk dalam rangka melakukan kegiatan usaha perusahaan yang normal.

Sementara piutang lain-lain adalah piutang yang muncul akibat transaksi di luar kegiatan usaha perusahaan yang normal.

3.4. Surat Berharga

Sesuai dengan namanya, surat berharga adalah surat yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh instansi terkait yang menjadi bukti atas kepemilikan suatu kekayaan yang mempunyai nilai. Surat ini mempunyai sifat yang dapat diperdagangkan sewaktu-waktu.

Jika surat ini kemudian diperdagangkan, maka perusahaan bisa mendapatkan dana tunai secara langsung.

Surat berharga sendiri macamnya cukup banyak, di antara contohnya ialah wesel tagih yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun, kemudian ada saham, obligasi dan deposito jangka pendek.

Surat berharga ini juga mencakup surat yang cenderung mudah dijual serta tidak dimaksudkan untuk ditahan.

3.5. Kas dan Bank

Kas atau uang tunai merupakan alat pembayaran yang bebas serta siap dipakai untuk membiayai berbagai aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, kas adalah alat pembayaran yang dimanfaatkan dalam operasional perusahaan.

Sementara bila ada uang yang tersisa dalam rekening yang juga bisa digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan akan disebut dengan bank. Baik kas maupun bank, sama-sama termasuk dalam aset lancar.

Dalam akuntansi, kas dan juga bank tersebut bisa dipakai secara langsung dengan proses pencairan yang relatif singkat. Sesuai namanya, contoh dalam hal ini adalah uang tunai, cek yang belum diuangkan serta uang yang disimpan di bank untuk cadangan sebagai tabungan biasa.

Pada intinya, aset adalah kekayaan yang biasanya dijadikan sebagai modal ketika menjalankan perusahaan. Sementara jika dilihat berdasarkan likuiditasnya atau kemampuan aset untuk dipakai dalam kurun waktu tertentu, aset bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni aset lancar dan aset tidak lancar.

Baik aset lancar maupun aset tidak lancar adalah dua hal yang perlu dipelajari dan diketahui oleh para pemilik bisnis. Tujuannya adalah supaya bisa menentukan strategi yang tepat dan mengarahkan operasional perusahaan menjadi lebih baik. Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!