Skip to main content

Pengertian Parenting untuk Perkembangan Anak

 Pengertian Parenting untuk Perkembangan Anak
Parenting

Pengertian Parenting untuk Perkembangan Anak

Parenting merupakan cara membesarkan dan mendidik anak. Anda pasti sudah sangat sering mendengar istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Parenting adalah cara mendidik anak agar siap menjadi dewasa dan dapat hidup mandiri. Pola asuh sendiri meliputi pola asuh yang mendukung perkembangan emosi, fisik, sosial, intelektual dan spiritual anak.

Parenting untuk Perkembangan Anak tujuannya adalah untuk memfasilitasi agar anak mampu bertanggung jawab, mandiri dan berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat yang tidak pernah lepas dalam melaksanakan nilai dan norma yang berlaku.

Orang tua adalah salah satu orang terpenting dalam kehidupan anak-anak. Orang tua termasuk ibu dan ayah, serta pengasuh lain yang bertindak sebagai orang tua. Sejak lahir, anak-anak mengandalkan orang tua untuk memberikan pengasuhan yang mereka butuhkan agar bahagia dan sehat, serta untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Tetapi orang tua terkadang kekurangan informasi dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjadi orang tua yang baik.

Orang tua juga membutuhkan dukungan. Program dan layanan intervensi dapat membantu, meskipun harus didasarkan pada pendekatan yang telah diuji secara ketat dan terbukti berhasil. Laporan komite melihat bukti yang mendukung berbagai program dan layanan intervensi untuk mengidentifikasi fitur dan praktik intervensi parenting yang efektif.

Program intervensi ini membantu orang tua dengan menggunakan praktik yang memudahkan orang tua untuk hadir dan berpartisipasi. Orang tua memiliki kebutuhan yang beragam, namun tidak ada pendekatan tunggal yang tepat untuk semua orang tua. Untuk menentukan ciri-ciri yang menonjol dari pengetahuan, sikap dan praktik pengasuhan, komite pertama-tama mengidentifikasi hasil yang diinginkan untuk anak-anak.

Mengidentifikasi hasil ini dimaksudkan agar membentuk dasar untuk diskusi tentang pengetahuan, sikap dan praktik pengasuhan inti, juga membantu peneliti mengembangkan kebijakan yang memberikan kondisi optimal untuk sukses, avokasi untuk adopsi, implementasi intervensi berbasis bukti yang sesuai, memanfaatkan data untuk menilai dan meningkatkan efektivitas kebijakan dan program tertentu.

1. Apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan anak?

1.1. Kesehatan dan Keselamatan Fisik

Anak-anak perlu dirawat dengan cara yang meningkatkan kemampuan mereka untuk berkembang dan memastikan kelangsungan hidup serta perlindungan mereka dari cedera dan penganiayaan fisik maupun seksual. Kebutuhan keselamatan seperti itu penting bagi semua anak, khususnya bagi anak kecil yang biasanya kekurangan sumber daya individu yang diperlukan untuk menghindari bahaya.

Anak kecil bergantung kepada orang tua dan pengasuh utama lainnya, di dalam maupun di luar rumah yang bertindak atas nama mereka untuk melindungi keselamatan dan perkembangan kesehatan mereka.

Pada tingkat yang paling dasar, anak-anak harus menerima perawatan, sebagaimana tercantum dalam sejumlah perlindungan emosional dan fisiologis. Perlindungan itu diperlukan untuk memenuhi standar normatif untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik anak, seperti pedoman untuk berat badan yang sehat dan penerimaan vaksinasi yang direkomendasikan. Kesehatan dan keselamatan fisik sangat penting untuk mencapai semua hasil lain yang dijelaskan di bawah ini.

1.2. Kompetensi Emosional dan Perilaku

Anak-anak membutuhkan perawatan yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan emosional yang positif. Dukungan kesehatan mental mereka secara keseluruhan yaitu termasuk rasa diri yang positif, kemampuan untuk mengatasi situasi stres, meredakan gairah emosional, mengatasi ketakutan, dan menerima kekecewaan bahkan frustasi.

Orang tua dan pengasuh lainnya merupakan sumber daya penting bagi anak dalam mengatur emosional dan perilaku. Dalam peran ini mereka memberikan penegasan positif, mengungkapkan cinta dan rasa hormat, dan menimbulkan rasa aman. Pemberian dukungan oleh orang tua sangat membantu meminimalkan risiko perilaku internal, seperti kecemasan dan depresi yang dapat mengganggu penyesuaian dalam kemampuan anak. Gejala seperti ketakutan yang ekstrim, ketidakberdayaan, keputusasaan, apatis, depresi, dan penarikan diri merupakan indikator dari kesulitan emosional yang telah diamati di antara anak-anak yang sangat muda saat mengalami pengawasan orang tua yang tidak memadai.

1.3. Kompetensi Sosial

Anak-anak yang memiliki kompetensi sosial dasar mampu mengembangkan dan memelihara hubungan yang positif dengan teman sebaya bahkan dengan orang dewasa. Kompetensi sosial yang terkait dengan bidang perkembangan lain misalnya, kognitif, fisik, emosional, dan linguistik dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk bergaul dan menghormati orang lain, seperti orang dari ras atau etnis yang berbeda agama, orientasi, atau latar belakang ekonomi.

Keterampilan sosial dasar meliputi perilaku prososial, seperti empati dan kepedulian terhadap perasaan orang lain. Semuanya terkait secara positif dengan kesuksesan anak-anak baik di sekolah maupun di lingkungan non-akademis. Hal tersebut dapat dibina oleh orang tua dan pengasuh lainnya. Keterampilan ini berhubungan dengan keberhasilan masa depan anak-anak di berbagai konteks di masa dewasa.

1.4. Kompetensi Kognitif

Kompetensi kognitif meliputi keterampilan dan kapasitas yang dibutuhkan anak pada tahap perkembangan untuk berhasil di sekolah maupun diluar sekolah. Kompetensi kognitif anak ditentukan oleh keterampilan dalam bahasa dan komunikasi, serta membaca, menulis, berpikir, dan pemecahan masalah. Anak-anak mendapat manfaat dari lingkungan yang menantang dan mendukung mereka untuk mengembangkan keterampilan ini.

2. Bagaimana pengaruh pengetahuan, sikap dan orang tua?

2.1. Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Orang Tua

Pengetahuan ini mengacu pada fakta, informasi, dan keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman, pendidikan dan pemahaman tentang suatu masalah atau fenomena. Kemudian untuk sikap lebih mengacu kepada sudut pandang, perspektif, reaksi, cara berpikir tentang aspek pengasuhan dan perkembangan anak, termasuk peran juga tanggung jawab orang tua.

Lalu praktik mengacu pada perilaku atau pendekatan pengasuhan anak yang dapat membentuk seorang anak berkembang. Secara umum, pengetahuan berhubungan dengan kognisi, sikap berhubungan dengan motivasi dan praktek berhubungan dengan perilaku.

Ketiga komponen terjalin secara teoritis, empiris, dan dua arah, saling menginformasikan. Misalnya, praktik terkait dengan pengetahuan dan sikap, dan sering kali melibatkan penerapan pengetahuan. Sikap seseorang seringkali menentukan apakah dia akan menggunakan pengetahuan dan mengubahnya menjadi praktik. Singkatnya, jika seseorang tidak mempercayai atau menghargai pengetahuan, maka ia cenderung tidak akan bertindak sesuai keinginan.

Apa yang dipelajari orang tua melalui praktik parenting juga dapat menjadi sumber pengetahuan dan dapat membentuk sikap orang tua. Sikap parenting secara luas didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan diri orang tua tentang kemampuan mereka untuk berhasil dalam peran parenting.

Pengetahuan, sikap, dan praktik pengasuhan tidak hanya dibentuk oleh satu sama lain tetapi juga oleh sejumlah faktor kontekstual, termasuk karakteristik anak misalnya, jenis kelamin, temperamen. Pengalaman dan keadaan orang tua sendiri menjadi harapan yang dipelajari dari orang lain, seperti keluarga, teman, dan jejaring sosial lainnya.

2.2. Pengetahuan Orang Tua

Mengasuh anak bersifat multidimensi. Untuk menanggapi berbagai kebutuhan anak-anak mereka, orang tua harus mengembangkan pengetahuan yang mendalam dan luas, mulai dari menyadari tonggak perkembangan dan norma-norma yang membantu anak-anak agar tetap aman dan sehat. Pekerja, penyedia layanan kesehatan, pekerja sosial dan sistem sosial yang berinteraksi dengan keluarga dan mendukung pengasuhan sangat berpengaruh pada perkembangan anak.

Artikel tentang Parenting untuk Perkembangan Anak ini dibuat agar dapat memberikan informasi kepada orang tua untuk lebih memperhatikan perkembangan anak sejak dini. Terima Kasih dan Semoga bermanfaat!.