Skip to main content

Kenali 7 Jenis Vaksin Covid-19! Berikut Perbedaannya dan Keunggulannya

Jenis Vaksin Covid-19

Kenali 7 Jenis Vaksin Covid-19! Berikut Perbedaannya dan Keunggulannya

Dengan datangnya vaksin Covid-19, harapan untuk masyarakat Indonesia terbebas dari Coronavirus semakin dekat. Walaupun masih alami pro dan kontra, keberadaan vaksin ini perlu disambut gembira. Seperti kita tahu, vaksin adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai Covid-19. Sistem dari vaksin adalah pencegahan. Ini berarti, setiap ada virus yang masuk bisa ditanggulangi dengan adanya vaksin dalam tubuh.

Saat ini, keberadaan vaksin di dunia ada banyak. Jenis vaksin covid-19 saat ini ada 7 yang tersebar di seluruh negara yang mana masing-masing negara memakai vaksin yang berbeda-beda. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia sendiri saat ini memiliki vaksin bernama merah putih. Namun tak ada salahnya kita mempelajari beberapa jenis vaksin Covid-19 ini.

Jenis-Jenis Vaksin Covid-19, Kenali Perbedaannya

  • 1. Vaksin Merah Putih

    Sesuai dengan namanya, vaksin ini merupakan karya anak bangsa. Dinamakan merah putih untuk memberikan elemen kebangsaan pada vaksinnya. Vaksin ini merupakan buatan dari buah kerja sama BUMN PT Bio Farma dengan Lembaga Eijkman Institute.

    Jenis Vaksin Covid-19 ini masih dalam tahap penyelesaian sejak artikel ini ditulis. Direncanakan, vaksin ini akan diedarkan pada akhir tahun 2021. Untuk metode dari vaksin ini bertujuan untuk melemahkan virus.

    Pengembangan vaksin ini menggunakan platform seperti protein rekombinan, RNA dan juga DNA. Vaksin jenis ini menggunakan isolat virus yang sudah di transmisikan di Indonesia. Vaksin ini diklaim jauh lebih aman. Alasannya karena menggunakan protein rekombinan. Bagian yang dibutuhkan dari virus yang mengisolasi daya bagian terpenting dari virus adalah bagian kapsul protein dan spike protein. Kedua protein inilah yang jadi antigen untuk melawan virus.

  • 2. Vaksin Sinovac Bio Farma

    Jenis vaksin Covid-19 ini diproduksi atas hasil kerja sama PT Bio Farma dengan perusahaan asal China yaitu Sinovac Biotech. Sebagai antigennya, virus ini menggunakan bagian yang utuh. Untuk isolate virus ini menggunakan virus Covid-19 berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

    Vaksin Sinovac memiliki inactivated yang jauh lebih cepat. Akan tetapi, jika ditinjau dari segi keamanan, jauh lebih berisiko dibandingkan vaksin yang lainnya. Alasannya tentu karena Sinovac menggunakan virus yang sungguhan. Jika dihitung tingkat efikasinya, vaksin Sinovac bisa mencapai 65,3%. Angka tersebut diperoleh dari proses uji klinis dengan metode pelemahan virus.

  • 3. Vaksin AstraZeneca

    Selanjutnya ada vaksin yang diproduksi oleh Universitas Oxford, Inggris yang bekerja sama dengan perusahaan farmasi asal Swedia yaitu AstraZeneca. Jenis vaksin Covid-19 ini adalah nama ketiga yang masuk dalam jajaran distribusi vaksin di Indonesia. Apabila dilihat dari metodenya maka vaksin AstraZeneca menggunakan virus yang sudah termodifikasi secara genetika.

    Tingkat efikasi AstraZeneca sangatlah tinggi. Bahkan diklaim bisa mencapai 90%. Angka tersebut diperoleh setelah vaksin ini diujicobakan selama berbulan-bulan terhadap relawan di Inggris sebanyak 20 ribu relawan. Tidak hanya di Inggris, vaksin ini juga dicoba di Brazil dan juga Afrika Selatan. Di tahun 2021 ini, AstraZeneca mengklaim akan memproduksi sebanyak 3 miliar dosis vaksin.

  • 4. Vaksin Sinopharm

    Jenis Vaksin Covid-19 yang satu ini memiliki persamaan dengan vaksin Sinovac. Ya, keduanya sama-sama diproduksi oleh perusahaan farmasi asal China. Perusahaannya adalah China National Pharmaceutical Group Corporation yang kemudian memberikan nama pada vaksin ini dengan sebutan Sinopharm.

    Metode yang digunakan oleh vaksin ini adalah inactivated vaccine alias virus yang sudah dilemahkan. Virus yang sudah dilemahkan akan disuntikkan dan tubuh. Nantinya virus yang disuntikkan tersebut akan bereaksi. Tubuh akan mengenali virus tersebut lalu merespon dengan pembentukan antibodi. Ini adalah metode yang lazim digunakan sejauh pembuatan virus pada umumnya.

    Ditargetkan sampai akhir tahun lalu, data sementara pada uji coba fase ketiga dari vaksin Sinopharm ini memiliki tingkat efektivitas sebesar 79,34%. Angka ini bisa dibilang tinggi dalam melawan paparan virus Covid-19 ini. Sejauh ini, Sinopharm sudah disuntikkan ke satu juta orang di China walaupun pengujian tahap akhir belum lagi selesai. Sebelum diedarkan luas, sebelumnya vaksin ini hanya digunakan oleh para pejabat China, pelajar dan juga pekerja yang bepergian tetapi sekarang penggunaannya lebih luas lagi.

  • 5. Vaksin Moderna

    Jenis Vaksin Covid-19 yang satu ini berasal dari Amerika Serikat. Moderna diklaim memiliki efikasi yang sangat tinggi yaitu sebanyak 94,5%. Fakta menarik tentang moderna lainnya adalah terkait keefektivitasannya. Vaksin jenis ini tahan terhadap serangan Covid-19 selama satu tahun lamanya.

    Pengembangan jenis vaksin ini menggunakan teknologi messenger RNA atau MRNA. Lebih tepatnya lagi yang digunakan adalah mRNA-1273 sintetis dalam meniru permukaan virus Covid-19. Virus ini nantinya akan mengajari sistem imunitas tubuh agar merekam virus lalu akhirnya menghasilkan kekebalan atas virus Covid-19.

    Sejauh ini, moderna menargetkan bisa memproduksi sampai 600 juta dosis sampai dengan satu miliar dosis. Ditargetkan pada tahun 2021 ini, mereka rampung menyelesaikannya. Terkait dengan izin edar, Moderna mengakui bahwa sudah mengajukan izin penggunaan darurat pada Amerika Serikat dan Eropa.

  • 6. Vaksin Pfizer-BioNTech

    Selanjutnya adalah vaksin yang diproduksi dari hasil kerja sama perusahaan farmasi yang sudah terkenal di Amerika Serikat. Perusahaan ini dikenal karena memproduksi Viagra. Mereka kemudian mencoba membuat vaksin yang diberi nama Pfizer dan BioNTech. Metode yang digunakan oleh jenis vaksin ini sebenarnya mirip dengan jenis vaksin Covid-19 lain seperti Moderna. Persamaannya ada pada penggunaan messenger RNA.

    Melihat efikasi vaksin ini cenderung sangat tinggi bahkan mencapai angka 95%. Angka ini didapatkan dari perbandingan jenis vaksin Covid-19 lainnya. Pengujian klinis dilakukan pada tahap ketiga terhadap 43.448 orang. Diantaranya memiliki usia 16 tahun ke atas sementara 45% dari total pengujian memiliki usia 56-85 tahun.

    Kelemahan dari vaksin ini ada pada penyimpanannya. Ya, Pfizer harus disimpan dalam ruangan yang dingin (di bawah 70°C). Dengan begitu, vaksin ini agak sulit untuk dibawah ke negara tropis khususnya di negara kita. Total ada 7 negara yang sudah memberikan izin penggunaan vaksin jenis ini diantaranya ada Saudi Arabia, Inggris, Bahrain, Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada. Sementara untuk negara tetangga kita, Singapura sudah mendistribusikannya.

  • 7. Vaksin Sinovac Biotech

    Terakhir adalah jenis vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan farmasi bernama Sinovac Biotech asal China. Vaksin jenis ini menggunakan teknik pelemahan virus. Sejauh ini beberapa negara sudah melakukan uji klinis untuk mengetahui efektivitasnya. Dan hasilnya sangat menjanjikan. Di negara Turki sendiri sudah melakukan uji coba tahap akhir vaksin ini dan mendapatkan angka 91,25% yang merupakan angka sangat tinggi.

Nah itu dia jenis-jenis vaksin Covid-19 yang harus Anda ketahui. Agar tidak salah paham, ada baiknya Anda mempelajari setiap keunggulan dan kelemahan masing-masing jenis vaksin. Semuanya bagus kok. Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat!